Kenali Dekati Ajari
Bagaimana sikap kita ketika kita melihat teman kita, tetangga kita, saudara kita yang menyandang Autis ?
1. Kenali
- Kenali ciri-cirinya (sudah kita bahas dalam gejala, ciri-ciri Autis)
- Kenali Perilaku dan emosinya
A. apakah anak tersebut memahami perintah kompleks atau perintah sederhana?
B. Bagaimana bila Marah/Tantrum (apakah menyakiti diri sendiri atau menangis?) tanyakan dan gali informasi pada orang tuanya atau orang terdekatnya.
- Kenali makanannya
Adanya hubungan antara gejala autisme dengan makanan yang kita konsumsi telah diketahui beberapa dekade lalu, setelah bertahun-tahun penjelasan ilmiah belum ditemukan. Namun sekarang banyak anak/ penyandang autis sudah menerapkan Diet makanan dan mencoba menciptakan lingkungan yang kondusif bagi mereka.
Diet makanannya adalah : CFGFSF-Casein Free, Gluten Free dan Sugar Free.
(Tidak mengkonsumsi makanan yang berbahan Tepung Terigu, Susu dan Gula) yang menyebabkan perilaku anak kurang terkontrol seperti misalnya tertawa tanpa sebab, menangis tanpa sebab dan mendadak, hiperaktif, kurang fokus, stimming atau stimulasi diri seperti Flapping atau mengepak -kepakan tangan, memukul-mukim dagu dan lain sebagainya.
Tidak mengkonsumsi makanan yang berubah warna seperti buah Apel. Buah yang terlalu manis juga tidak diperkenankan seperti Semangka, mangga.
Tidak mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung MSG, Pengawet dan Pewarna.
Beberapa hal mengenai makanan akan kita bahas di topik selanjutnya.
2. Dekati
- Berkomunikasi dan berinteraksi dengan mereka
Cari tau terlebih dahulu apaka komunikasi masih 1 arah atau 2 arah. Dibutuhkan keaktifan kita untuk mengajaknya bertanya. Penyandang Autis rata-rata cenderung berkomunikasi 1 arah dan hanya memberi jawaban ketika ditanya.
Memperjelas bahasa yang kita gunakan untuk bicara dengan mereka : Singkat, Padat, Jelas
Komunikasi : Visual -- beberapa komunikasi menggunakan Kartu, atau kita bisa menyampaikan komunikasi kita dengan pemahaman gambar, untuk lebih mudah memahamkannya hingga anak mandiri berkomunikasi abstrak. (Akan dijelaskan juga di penjelasan berikutnya, mengenai komunikasi)
- Sensorik dan motorik
Cari tau informasi juga mengenai sensori anak.
a. Apakah anak suka atau tidak suka disentuh?
b. Apakah anak suka menutup telinga atau mata, dan pada saat kondisi apa saja mereka menutup telinga atau mata?
c. Apakah anak takut ketinggian atau tidak?
d. Apakah anak hiperaktif atau hipoaktif, dll
3. Ajari
Setelah mengenali dan mendekati, maka kita tidak perlu ragu untuk mulai melakukan komunikasi dengan mereka. Tapi ingat tiap anak berbeda -beda, jadi alangkah baiknya bila kita menjumpai anak lain kita tetap memulai dari langkah kenali, dekati dan ajari. Semua kita lakukan dengan bertahap. Jangan malu untuk bertanya dan jangan ragu untuk mencoba, mencari tahu sumber informasi dari orang-orang terdekatnya bagaimana berinteraksi dengan mereka.
A. Bahasa : kita perlu menyesuaikan penggunaan bahasa kita dengan kemampuan anak.
- melakukan kontak mata dan mencari kontaknya - bila perlu lakukan dikasasi dengan memegang dagu anak. Usahakan kontak mata kita sejajar dengan anak.
- gunakan kalimat singkat, padat dan sederhana.
* pakai kata dasar atau kata perintah "kesini, duduk, berdiri, ambil, taruh, ketuk, dll"
- hindari menggunakan open-ended question pada tahap ini. Open-ended ini adalah pertanyaan yang memungkinkan berbagai jawaban berbeda, misalnya : kamu mau apa?
Lebih baik gunakan celosse question dengan mempersempit kemungkinan jawaban. Misalnya : Kamu mau makan?
Beberapa perintah yang bisa kita berikan untuk membantu mereka :
- Perilaku di dalam kelas, saat anak mulai flapping atau stimming - intruksi " Tangan dilipat. (Namun harus diusahakan bila masuk sekolah perilaku ini sudah sangat minim atau bahkan menghilang)
- saat anak berjalan-jalan - (Panggil nama) perintah "Duduk"
- saat anak lari - Perintah untuk "Stop/Berhenti"
- Perintah lainnya yang bisa kita berikan adalah : kerjakan, baris, keluar, masuk, dll. Tingkatkan perintah sesuai kemampuan anak.
Mari Peduli mereka..karena mereka juga bagian dari kita. Bantuan kita sangat berarti untuk tumbuh kembang mereka dan memberi kepercayaan diri mereka dalam berinteraksi dengan kita.m
Salam Peduli
Riska Timothy
Komentar
Posting Komentar