Dunia Di Balik Kaca

Disadur dari dunia di Balik Kaca - Donna William (dari Kacamata sebagai seorang penyandang ASD-Autism Syndrome Disorder) 

1. Mencocokkan atau memasangkan benda
Membuat keterkaitan di antara benda-benda
Menunjukkan bahwa hubungan antara dua benda tersebut atau lebih bisa terjadi 
Melihat benda dan melakukan berulang-ulang memberiku harapan bahwa jika konsep tersebut terjadi, maka suatu hari ada kemungkinan aku bisa merasakan dan menerima hubungan-hubungan tersebut di dalam dunia
Aku selalu berada di dalam dunia yang terdiri dari banyak benda

2. Mengurutkan benda dari simbol
Membuktikan bahwa konsep tentang kepemilikan memang ada
Memberi aku harapan bahwa suatu hari nanti, aku juga dapat memiliki sebuah tempat yang khusus dan pasti; di tempat tersebut, aku juga akan selaras dan menjadi bagian dari dunia
mengurutkan benda dan simbol busa juga menciptakan keteraturan
membuat symbol yang mewakili dunia lebih mudah dipahami

3. Pola
Kesinambungan bahwa segala sesuatu tidak akan berubah untuk waktu yang cukup lama asmpai aku bisa meraih sebuah tempoat yang pasti di tengah-tengah situasi kompleks di seputarku
Sedangkan batas lingkaran atay garis dibuat untuk melindungi dari serangan segala hal yang hidup di luar dan di dalam dunia

4. Membuka dan menutup mata dengan cepat
Yntuk memperlambat sesuatu atau membuat mereka seperti terlepas, dan karenanya tidak terlalu menakutkan, seperi potongan-potongan film
menghidup-matikan lampu dengan cepat memiliki elemen yang serupa

5. Menghidup-matikan lampu
Serupa dengan di atas, tetapi suara klik yang menyertai merupakan sesuatu yang sifatnya tidak pribadi, sebuah hubungan dengan dunia luar yang bisa dipahami, seperti lonceng atau musik
Dia memberi sensasi gembira yang tidak pernah diberikan oleh segala bentuk sebtuhan, dan memberikan rasa aman
Semakin terpola dan semakin mudah diduga, semakin menenangkan

6. Menjatuhkan benda berulang-ulang
Kebebasan
Membuktikan bahwa berlari meniji kebebasan untuk membiarkan emosi-emosi yang baik menyentuh kita tanpa rasa sakit; dan kebebeasan untuk membiarkan emosi-emosi tersebut keluar; dan tidak terlalu takut oleh emosi-emosi yang datang dari dalam.

7. Melompat-lompat
Melompat dari ketinggian sama dengan menjatuhkan benda berulang-ulang, meskipun lebih samar, yang merupakan ungkapan simbolis dan keinginan untuk bebas
Tindakan ini juga memberi harapan, memberi keyakinan bahwa konsep itu memang ada sehingga perasaan tersebut, meskipun saat ini hilang, secara teori merupakan sesuatu yang mungkin
Melompat-lompat juga merupakan upaya untuk menyelaraskan seluruh tubuh dengan sebuah ritme, sama dengan mengayun-ayun tubuh.

8. Memindah-mindahkan kaki dari satu kaki ke kaki yang lain
Aku selalu melihat adanya kegelapan yang menakutkan yang memisahkanku dengan "dunia". Untuk melompati kegelapan khayalan menuju dunia yang lain, aku harus melakukan satu loncatan besar, barangkali itu tercermin dari goyangan kaki ke depan ke kaki kebelakang
Aba-aba yang diberikan sebelum orang berlari : "Siap, satu, dua, tiga, lari melalui kegelapan ke sisi yang lain,"barangkali bisa menggambarkan kondisiku dengan baik.
Anehnya aku selalu takut untuk melompat jika ada orang yang berusaha mendekatiku
Aku pernah mencoba lari gawang tetapi membiarkan kakiku menyentuh papan rintangan karena pada menit-menit terakhir aku terlalu takut untuk melompatinya 

9. Bergoyang-goyang, Tangan gemetar, membenturbenturkan kepala, menjentik-jentikkan objek, memukul-mukul dagu
Memberikan perasaan aman dan terlepas sehingga mengurangi kecemasan batin dan ketegangan yang terus bertumpuk sekaligus menurunkan rasa takut
Semakin ekstrem gerakannya semakin besar perasaan yang harus aku lawan

10. Membentur-benturkan kepala
Untuk melawan ketegangan dan menciptakan ritme ketukan di dalam kepala, dilakukan jika pikiranku menjerit terlalu keras sehingga aku tidak dapat bersenandung atau mengulang-ulang ritme yang menghipnotis yang bisa membantuku tenang

11. Menatap menembus sesuatu, seperti menatap sesuatu yang lain
Sebuah upaya untuk memahami apa yang terjadi di sampingku dengan melepaskan diri dari rasa takut dan merasakan gambaran visual secara tidak langsung 
Jika aku menatap pada sesuatu secara langsung, apapun yang kulihat seringkali kehilangan dampak dan makna
Dengan cara inilah aku bisa banyak belajar di tahun terakhir Sekolah dasar, meskipun guruku tidak pernah menyadari bahwa inilah satu-satunya cara untuk memahami sesuatu secara mendalam. Hal serupa terjadi ketika aku bermain musik
aku akan kehilangan kemampuan jika aku melihat ke arah jari-jari tanganku dan memikirkan apa yang mereka lakukan 
jika aku memalingkan muka dan menyetel "Pilot Otomatis" maka musik akan mengalir dan aku bisa mencipta
Segala sesuatu harus dilakukan secara tidak langsung. Aku harus secara terus menerus memperdaya otakku sehingga dia cukup santai untuk memahami segala sesuatu

12. Tertawa
Sering dilakukan untuk melepasan rasa takut, tekanan dan rasa cemas
Perasaan-perasaanku yang sesungguhnya terlalu terlindung, sehingga tidak bisa menunjukkan adanya kesenangan melalui sesuatu yang sifatnya terlalu langsung yang dirasakan dan dipahami oleh orang lain sebaga tawa
Carol selalu tertawa. Carol merupakan penjelmaan dari rasa takutku terhadap perasaan yang dimunculkan dalam karakter yang pandai bergaul dan selalu tertawa

13. Bertepuk tangan
Bagiku bertepuk tangan merupakan cara yang baik untuk menunjukkan kegembiraan
Tetapi, bertepuk tangan juga berarti - sebagai tanda bahwa suatu kegiatan atau peristiwa berakhir akan disusul oleh kegiatan atau peristiwa lain
Tertawa juga bisa merupakan upaya untuk mengeluarkan diriku dari kondisi seperti mimpi yang tidak dapat dihindari

14. Menatap ke dalam kekosongan atau menembus benda-benda, juga memutar-mutar benda atau badan, atau berlari-lari berputar-putar
Sebuah cara untuk melepaskan kesadaran diri agar bisa santai atau untuk mengatasi rasa bosan yang diakibatkan oleh ketidak mampuanbku untuk mengungkapkan diri sendiri, atau untuk merasakan sesuatu yang kulakukan
Dalam arti yang lebih ekstrem, semua ini merupakan bentuk bunuh diri mental, ketika seseorang melepaskan harapan untuk mampu meraih atau dipengaruhi

15. Merobek-robek kertas
Secara simbolis melambangkan hancurnya ancaman akibat kedekatan
Juga sebuah tindakan simbolis yang melambangkan pemisahan dari orang dari orang lain untuk mengurangi rasa takut
aku sering melakukannya jika aku harus mengucapkan selamat tinggal pada seseorang, seakan-akan aku secara simbolis harus menghancurkan terlebih dahulu kedekatan agar aku tidak merasa ditinggalkan atau kehilangan

16. Memecahkan gelas
Secara simbolis melambangkan hancurnya tembok yang tidak tampak yang emisahkan aku dengan orang lain
Apakah ini tembok yang memisahkan pikiran sadar dengan bawah sadar?

17. Keterikatan oleh benda-benada yang berwarna-warni dan mengkilat
Berusaha memahami konsep keindahan di dalam kesederhanaan 
Juga untuk menghipnotis diri agar bisa tenang dan santai
Kadang-kadang benda-benda tersebut melambangkan kedekatanku dengan orang-orang yang hidup di dalamnya
Benda-benda tersebut bisa diberikan oleh orang terkait, tetapi bisa juga tidak
Warna-warna khusus : biru seperti Bibi Linda, Kancing berwarna kuning emas seperti seorang teman yang lain, Potongan gelas seperti Carol yang kutemui di taman, kain kotak-kotak berarti nenek, dan seterusnya
Aku mengaitkan benda-benda tersebut dengan mereka karena benda-benda tersebut bisa menangkap rasa tentang mereka.

18. Menyakiti diri sendiri dan dengan sadar melakukan hal-hal memalukan untuk memicu reaksi shock pada orang lain
Untuk menguji apakah seseorang benar-benar nyata
Karena semua orang dianggap tidak nyata, dan karena semua perasaan sepertinya berhenti pada sebuah titik penguji mental sebelum perasaan tersebut disalurkan pada orang-orang etrtentu, aku sering bingung apakah seseorang benar-benar nyata

19. Mengotori diri sendiri dengan sengaja
Untukku tindakan ini dimulai dalam kondisi setengah sadar
Aku percaya bahwa ini merupakan dorongan bawah sadar untuk secara sadar memahami diriku dan "kebebasan untuk menjadi diri sendiri"
Sebuah tindakan tegas untuk membebaskan diri dari kontrol yang berlebihan dengan bertindak dan tidak selaras dan tidak terkendali, yang dengan mudah membuat orang lain merasa jijik. Merupakan ungkapan rasa frustasi karena harus selaras tanpa memperoleh keuntungan emosional yang nyata dari keselarasan tersebut
Ini juga merupakan upaya untuk meyakinkan diriku
Untuk membuktikan bahwa orang bisa melepaskan kendali diri demi memenuhi pengharapan orang lain
Perasaan yakin tentang adanya "kebebasan untuk menjadi diri" yang diperoleh seseorang melalui tindakan ini, memberi dia keberanian untuk mencoba meraih keluar
Aku pernah melakukan ini sekali, ketika aku sekali lagi menemukan keberanian untuk keluar dari penarikan diriku dan meskipun sikap ini mengesalkan orang tuaku, aku harus mengatakan bahwa ini merupakan tahapan penting yang harus kulalui agar aku bisa terus berkembang 
Ini juga merupakan carra simbolis untuk menjadikan lingkungan seseorang yang merupakan langkah awal diterimanya dunia luar di luar tubuh seseorang. Dari sebuah tubuh ke sebuah ruangan. dari sebuah ruangan ke sebuah rumah. dari sebuah rumah ke sebuah jalan. Dari sebuah jalan ke sebuah dunia

20. Kontak fisik yang aman
Adalah kontak yang tidak disertai ancaman untuk meraih atau memanfaatkan 
Menyisir rambut atau menggelitik sesuatu merupakan contoh dari kontak fisik yang aman. Menggelitik lengan atas secara khusus dianggap sebagai kontak fisik yang tidak mengancam. Selain tidak terlalu pribadi, lengan atas juga merupakan bagian tubuh yang lebih terpisah
Secara sosial dia juga kurang dihargai dibandingkan misalnya dengan wajah
Karena itu menggelitik lengan atas membawa makna sosial yang kurang berarti bagi orang yang melakukannya
Rambut sepertinya memiliki arti serupa, artinya merupakan bagian tubuh terpisah
Sekali lagi, orang harus bisa membedakan mana sentuhan langsung dan mana sentuhan tidak langsung, sehingga orang yang disentuh tidak merasakan sensasi fisik akibat sentuhan tersebut
Jika tidak, semua sentuhan akan dirasakan sebagai hal yang menyakitkan atau kalaupun ditoleransi, orang yang disentuh akan menagnggap dirinya terbuat dari kayu.
Dengan kata lain dia menganggap jiwanya telah meninggalkan tubuhnya sehingga dia tidak tersentuh oleh sesuatu yang oleh orang lain dianggap sebagai sentuhan. 

dikutip dari buku @Donna William

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sosialisasi

Autisme DSM 5