Pengamatan

Pengamatan (observasi) adalah kegiatan memperhatikan secara langsung suatu objek, proses secara cermat, sistematis, dan objektif untuk memahami dalam memperoleh data maupun informasi yang akurat. 
Dalam pengamatan melibatkan penggunaan indra (penglihatan, pendengaran) dan catatan terstruktur untuk penelitian. 
Dalam pengamatan juga memerlukan beberapa kemampuan sederhana yang sudah dikuasai. Misalnya pada: 
1. Penglihatan : individu tersebut memerlukan kemampuan fokus objek. 
• Jarak dekat maupun jarak jauh 
• Mempertahankan dengan waktu
• Melibatkan kemampuan berpikir 
• Menumbuhkan inisiatif dalam berkomunikasi 2 arah atau lebih

2. Pendengaran : dalam hal ini juga memerlukan fokus suara. 
• Menentukan perilaku yang akan muncul (misalnya menutup teliga, membesarkan volume, dll) 
• Menumbuhkan inisiatif komunikasi dengan menceritakan bahkan memberi alasan
• Melibatkan kemampuan berpikir 

Orang yang melakukan pengamatan disebut pengamat. 

Pengamatan dapat dilatihkan pada individu autisme secara bertahap. Pengamatan membutuhakn kemamuan kemampuan dasar seperti : 
1. Kontak mata 
2. Kemampuan mendengarkan dengan seksama
3. Kemampuan memahami instruksi atau pertanyaan sederhana

Pada individu autisme (ASD) umumnya menunjukkan pola unik dalam interaksi sosial, komunikasi, serta perilaku repetitif. Gejala sering muncul sebelum usia 3 tahun, ditandai dengan kurangnya kontak mata, keterlambatan bahasa, minat terbatas pada objek, dan ketidaknyamanan terhadap perubahan rutinitas. 
Observasi langsung sering menyoroti perilaku repetitif (seperti menyusun mainan) atau sensorik (seperti sensitivitas cahaya/suara).
Tujuan pengamatan dibekalkan pada individu Autisme adala : 
1. Dapat mengetahui Lokasi mereka berada, sehingga dapat menentukan perilaku atau aktifitas yang sesuai dan tepat. 
Misalnya : 
• Pada kemampuan menyeberang jalan, diperlukan pengamatan lingkungan sepi atau ramai, supaya aman dalam menyeberang. 
• Pada aktifitas menonton bioskop, diperlukan pemahaman dimana membeli tiket dan mengetahui Lokasi loket dll. 
• Saat bersekolah, harus tau Lokasi toilet, lapangan dll. Kemudian jika akan buang air kecil, harus menuju ke guru untuk meminta ijin. 
• dll

2. Merasa aman
• Ketika mereka berjalan Bersama keluarga, dapat memastikan bahwa anggota keluarga masih dekat dengan nya sekalipun tidak menggandeng tangan nya. 
• Ketika memegang benda panas atau tajam, diperlukan pengetahuan terlebih dahulu secara melihat, mendengar dan merasakan untuk kemudian dapat bersikap memperilakukan benda tersebut denga naman. Misalnya pada Knalpot kendaraan bermotor, setrika, Listrik, dll. 
• dll

3. Menemukan (subjek ataupun objek) 
• Benda yang dicarinya ketika kehilangan saat dibutuhkan 
• Menemukan Lokasi yang akan dicarinya dengan panduang maps 
• Dll

4. Menikmati lingkungan 
• Melihat pemandangan yang indah dan mengaguminya 
• Mendengar suara music atau lagu dan mengaguminya 
• Merasakan dinginnya lingkungan alam dan menimbulkan ekspresi senang

5. Aksi reaksi 
• Berperilaku sesuai keadaan : hujan mencari payung dan memakainya 
• Salah, mengambl pensil di kotak pensil dan menghapusnya 
• Menghindari kecelakaan, atau hal – hal berbahaya, dll 

6. Dll. 

Pada pengamatan ini juga diperlukan pemahaman, mulai dari sederhana hingga pada pemahaman lanjutan. Kembangkan setiap tahapan nya. Dengan Latihan, dapat meningkatkan tahapan pengamatan setelah pemahaman dapat dicapainya juga. 
Contoh pengamatan tahap dasar : 
1. Mengamati benda (dekat sampai jauh) 
2. Mengambil benda sesuai petunjuk (dekat sampai jauh) 
3. Mencatat aktifitas yang dilakukan di lingkungan sekitar
4. Menemukan benda berdasarkan gambar 
5. Mencari anggota keluarga 
6. Mencari sumber suara 
7. Dll

Contoh pengamatan tahap menengah : 
1. Mencari benda sesuai kategorinya 
2. Mengembalikan atau menempatkan benda dengan tepat 
3. Mencari sumber suara yang tidak terlihat 
4. Menemukan benda sesuai petunjuk lisan (preposisi, arah, dll) 
5. Mengetahui bahaya dan bertindak hati – hati 
6. Menyimpan benda sesuai tempatnya dan meletakkan dengan posisi yang mudah diingat 
7. Mengetahui bagian bagian benda 
8. Mengetahui sifat benda : Jatuh, pecah, kotor, bersih 
9. Inisiatif mengembalikan benda ke tempatnya atau merapikannya
10. Mencatat nama jalan yang dilewati, aturan yang dijumpai 
11. Dll 

Contoh pengamatan tahap lanjutan : 
1. Generalisasi atas apa yang dipahaminya 
2. Menyesuaikan diri dengan lingkungan : ramai, berisik, berbau, sepi, dll 
3. Waspada terhadap bahaya terhadap kondisi lingkungan, orang keadaan, dll 
4. Inisiatif melakukan komunikasi sederhana
5. Meletakkan sesuai posisi yang tepat / memperlakukan benda dengan tepat : menutup botol rapat, meletakkan jauh dari kertas, kain, dll. 
6. Mencari sumber suara yang kurang menyenangkan dan berespon terhadapnya. (mengecilkan volume saat berisik, dll) 
7. Mencari Alamat sesuai maps
8. Bertanya terhadap orang sekitar terdekat 
9. Mencari nama jalan. 
10. Bersikap sesuai aturan yang berlaku di lingkungan sekitar. 
11. Dll. 

Dalam hal ini pengamatan harus diberikan sejak dini, untuk individu autisme memiliki kemampuan berespon tepat, memperkirakan keadaan, menemukan Solusi atas masalah, dll. 
Yuk latih Bersama dan bekali diri dalam membaa individu autisme menjadi pribadi yang lebih baik, khususnya dalam berperilaku terhadap lingkungan. 

Riska Timothy
24 Februari 2026

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dunia Di Balik Kaca

Sosialisasi