Mengajar Pemahaman pada Individu Autisme
Pemahaman adalah proses, cara, atau perbuatan mengerti benar, pandai, dan menguasai suatu hal secara mendalam, bukan sekadar mengingat.
Ini mencakup kemampuan menangkap inti, menjelaskan kembali dengan bahasa sendiri, menerjemahkan, menafsirkan, serta menerapkannya dalam situasi.
Dalam pemahaman dibutuhkan aspek kesadaran khususnya dalam berpikir.
Ciri-Ciri dan Aspek Pemahaman:
• Lebih Tinggi dari Hafalan: Pemahaman menuntut kemampuan kognitif yang lebih tinggi daripada sekadar mengingat fakta.
• Mampu Menjelaskan: Seseorang yang paham dapat memberikan rincian dan penjelasan menggunakan kata-katanya sendiri.
• Interpretasi: Kemampuan untuk mengenali ide utama dan menafsirkan informasi.
• Ekstrapolasi: Mampu melihat melampaui data, seperti memprediksi konsekuensi atau akibat.
• Koneksi: Mampu mengaitkan satu konsep dengan prinsip atau konsep lainnya.
Melatih pemahaman pada individu autisme efektif dilakukan melalui pendekatan terstruktur, visual, dan konsisten
Gunakan alat bantu visual (gambar/jadwal), instruksi sederhana, dan pengulangan untuk meningkatkan komunikasi dan interaksi. Teknik seperti Social Stories, terapi ABA, dan latihan bermain peran membantu mereka memahami situasi sosial.
Berikut beberapa metode utama untuk melatih pemahaman:
• Strategi Visual (Visual Support): Gunakan jadwal visual, kartu bergambar, atau diagram untuk membantu individu memahami urutan kejadian, aturan sosial, dan ekspektasi, yang mengurangi kecemasan.
• Pendekatan Komunikasi Sederhana: Gunakan kalimat pendek, bahasa yang jelas, dan tekankan kata kunci untuk mempermudah pemrosesan informasi.
• Social Stories (Cerita Sosial): Gunakan cerita bergambar untuk menggambarkan skenario sosial, seperti cara antre atau menyapa teman, guna mengajarkan perilaku yang tepat.
• Terapi Perilaku Terapan (ABA): Teknik ini menggunakan penguatan positif untuk mengajarkan keterampilan baru, meningkatkan pemahaman fungsional, dan perilaku yang diinginkan.
• Modeling dan Bermain Peran: Tunjukkan perilaku yang diinginkan secara langsung (modeling) dan latihan bermain peran untuk melatih interaksi sosial dalam lingkungan aman.
• Pengurangan Gangguan Lingkungan: Minimalkan kebisingan latar belakang dan kekacauan visual saat berkomunikasi agar fokus mereka meningkat.
• Latihan Kognitif dan Memori: Permainan pencocokan pasangan, menyusun puzzle, atau aktivitas memori membantu meningkatkan kemampuan memori jangka pendek dan panjang.
Konsistensi antara pengajaran di rumah dan sekolah sangat krusial untuk keberhasilan pemahaman.
Adapun pemahaman pada individu Autisme diperlukan mulai dari tahap dasar, seperti kemampuan bergerak, bertindak, melangkah dan juga sebab akibat yang berhubungan dengan beberapa hal.
Hal – hal yang bisa dilatihkan :
1. Melangkah di atas tali mulai dari di lantai dan bertahap naik cm dst
2. Menghindar dari gelindingan bola
3. Mengambil benda – benda di lantai
4. Memindahkan benda dengan kaki
5. Berjalan dari tapak kaki yang sesuai
6. Melaksanakan instruksi atau perintah
7. Mengambil bola menggelinding dengan segera
8. Dll
Dalam hal pemahaman ini ditinfkatkan bila kemampuan anak cukup mulai menguasai. Hal – hal yang berhubungan dengan aspek pemahaman ini melibatkan :
1. Kemampuan mengamati (visual persepsi)
2. Kemampuan koordinasi Gerak tubuh (motorik kasar)
3. Kemampuan mendengar instruksi dan melaksanakan dengan tepat (Pembelajaran dapat diberikan di Terapan Perilaku / ABA)
4. Kemampuan berinisiatif dan spontan dalam beraktifitas
5. Kemampuan berespon dengan tepat
6. Dll
Kemampuan – kemampuan yang dapat dicapai sebagai tujuan dari pemahaman adalah
1. Kemampuan melihat lingkungan sekitar (hal – hal yang berhubungan dengan orang lain maupun dirinya sendiri) misalnya : Paham jika cuaca mendung perlu membawa payung, karena jika hujan maka sudah siap dan aman. Ini artinya anak sudah mengetahui sebab akibat jika tidak membawa payung kebasahan (Pengalaman Motorik)
2. Kemampuan dalam pemecahan masalah : anak memahami tingkat kesulitan dan berpikir untuk menemukan jalan keluarnya.
3. Kemampuan Pre akademik seperti CALISTUNG – sebagai dasar hidup.
4. Kemampuan berinteraksi – atas perilaku hal yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan bagi diri sendiri maupun orang lain. Ataupun hal yang merugikan dan menguntungkan bagi diri sendiri dan orang lain.
5. Kemampuan Generalisasi – Aksi reaksi trhadap Lingkungan mulai dari sederhana sampai kompleks. (Sikap, etika, tatakrama, tanggung jawab, dll)
6. Dll.
Semua dapat dilihat dan diperhatikan sampai dimana kemampuan ini dapat dikembangkan.
1. Kita juga harus dapat melihat kemampuan kita terlebih dahulu sebelum berjalan melatih ke buah hati kita.
2. Tentukan tujuan pemberian kita kepada anak berdasarkan Tingkat selanjutnya
3. Turunkan tujuan jika anak belum mampu (turunkan target)
4. Berikan kembali dan uji coba
5. Rayakan keberhasian nya
Mari kita tingkatkan pemahaman anak – anak kita secara bertahap dengan melihat mereka sebagai individu yang perlu dididik sesuai kemampuan. Jadikan kita terdidik sebelum kita mendidik mereka.
Semangat….Selamat belajar dan selamat mencoba
Riska Timothy
Komentar
Posting Komentar