Anggota Tubuh
Anggota tubuh
Anggota tubuh adalah bagian penting dalam tubuh kita untuk dipelajari setiap manusia. baik anggota tubuh bagian luar maupun anggota tubuh bagian dalam. Karena dalam kehidupan kita ini kita bergantung penuh terhadap bagian-bagian anggota tubuh yang kita miliki.
Pada penyandang Autisme, hal pertama kali diperkenalkan setelah pemahaman perintah sederhana, adalah Identifikasi / Melabel Anggota tubuh.
Maka anak mulai dilatih memegang anggota tubuhnya sendiri dengan perintah sederhana "Pegang (Mata, hidung, kaki,..) dll. Kemudian jika anak sudah verbal/memiliki kemampuan berbicara, maka kemampuan menyebutkan anggota tubuh ini sangat diperlukan.
Beberapa hal yang bisa kita perhatikan dan latih anggota tubuh pada Penyandang Autisme :
1. Identifikasi Anggota tubuh (Pegang...) - Berikan dari yang dapat dilihat seperti Kepala, kaki, hidung, perut, bahu, telinga, mata, jari, dll. Kembangkan terus hingga bagian anggota tubuh yang suliut seperti misalnya lutut, punggung, gusi, paha, lengan, siku, dan bagia-bagian dalam anggota tubuh seperti paru-paru, lambung, dll. Tentunya lihat kemampuan anak kemudian kembangkan.
2. Melabel Anggota tubuh : "Apa ini? ini...
mulai kita bertanya kepada anak dan kemudian anak merespon pertanyaan dengan menjawabnya : misalnya Ini mata, ini kaki, ini hidung, ini telinga, dll
3. Melabel Anggota tubuh sesuai fungsinya. Jika anak sudah mampu dalam menyebutkan anggota tubuh, tingkatkan ke fungsi "Melihat dengan..., Mencium dengan..., Berjalan dengan..., dll.
kembangkan dengan fungsi yang sesungguhnya misalnya Menonton televisi dengan ..., menendang bola dengan..., mengayuh sepeda dengan... dan anak diharapkan dapat merespon dengan pemahaman. Alat bantu gambar atau visual membantu anak memahami, kemudian ditingkatkan dan dikembangkan dengan praktek ke anak. Misalnya Pegangkan ke anak pensil dan kemudian kita dappat menanyakan Memegang pensil dengan ...., dst.
4. Melabel Fungsi anggota tubuh. Jika anak sudah menguasai dengan menyebutkan anggota tubuhnya sesuai fungsi, sekarang saatnya kita mengetahui apakah anak paham fungsi dari anggota tubuh tersebut. Misalnya : Mata untuk..., Hidung untuk...., kaki untuk....
Jawaban atau respon anak tidak harus 1, namun kita bisa kembangkan menjadi beberapa jawaban. seperti ... --> Menendang bola, mengayuh sepeda, berjalan, berlari, dll. Terus tingkatkan kemampuan anak.
5. Spontanitas : Pendukung spontanitas ketika melaporkan bagian-bagian anggota tubuh yang bermasalah, misalnya Gatal, sakit, dll.
Anak dengan spontan menyebutkan dan meminta tolong utnuk garuk karena gatal..maka kita dapat bertanya "Mana yang gatal?" anak lalu menyebutkan anggota tubuhnya dengan spontan "Punggung",
tentunya pada kemampuan ini anak sudah Verbal, sudah mampu menyebutkan bagian tubuhnya, sudah spontan, dan membenarkan orang lain ketika sudah dibantu dengan menjawab ya/ benar, ini, dll.
Kemampuan anak bercerita sederhana dan dasar ini mulai dilatihkan pada tahapan ini.
hal lain seperti..spontanitas "Aduh".. lalu kita bertanya "Mana yang sakit?' anak menjawab "Perut/kepala/gigi yang sakit"
Ini juga melatih kemampuan komunikasi dasar.
6. Paham anggota tubuh saat mulai beranjak remaja..Bercermin, yaitu dengan berlatih melihat cermin. Saat menyisir rambut, saat mencuci muka, saat mencuci tangan dan kaki. apakah masih ada bagian2 yang kotor yang menempel pada anggota tubuhnya. atau juga saat Berpakaian, anak harus memahami cara berpakaian dengan benar, dan melihat bagianarea pinggang dan pinggul untuk merapika pakaian yang dimasukkan ke dalam celana. juga bagian dada ketika memakai dasi, atau bagian mata ketika memakai kacamata, atau juga bagian kepala, ketika memakai topi, dll.
7. Saat memasuki pubertas...pentingnya orang tua mulai mengajarkan kembali anggota tubuh dan fungsi-fungsinya hingga kepada bagian-bagian pribadi yang mengalami perubahan. Anak mulai memahami perubahan-perubahan pada tubuhnya. disini juga peran Ayah mulai mengajarkan kepada anak laki-lakinya dan ibu kepada anak perempuannya. kemampuan kemandirian mulai juga dipadukan dengan pemahaman anggota tubuh. misalnya Berpakaian dan menutupi anggota tubuh pribadinya. Mencuci pakaian dalamnya sendiri, dll.
8. Pengenalan accesoris yang akan dipakai mulai dari anak-anak hingga dewasa di bagian tertentu. misalnya topi atau helm di kepala, sepatu dan sandal di kaki, untuk anak perempuan anting-anting di telinga, Bra di dada, pembalut jika sudah haid, dll.
9. Pemahaman Kebersihan dan perawatan diri pada bagian2 anggota tubuh. Misalnya : mencuci muka, memotong kuku, memotong rambut, mandi untuk kebersihan badan, gosok gigi untuk kebersihan gigi, keramas untuk kebersihan rambut, dll. Pehamkan dengan konsekuensi jika tubuh tidak dirawat dengan baik. Misalnya juga menonton tv terlalu dekat apa yang terjadi? Memasukkan benda ke telinga sembarangan bisa menyebabkan apa? dll. Bisa juga mulai masukkan larangan-larangan dan aturan bersikap dengan baik.
10. Beri informasi positif kepada anak. Mengenai hal-hal baik yang dilakukan anak. Mari gunakan anggota tubuh kita tuk hal yang baik.
Latih anak sedini mungkin, dan kembangkan juga tingkatkan tahapannya.
Riska Timothy
Komentar
Posting Komentar