Anak dan Aman

"Praaang" Suara benda pecah segera disusul oleh suara tangisan keras seorang anak berusia 2 tahun. Mama segera berlari menuju sumber suara begitu barang pecah yang terdengar begitu keras dan mendapati anaknya sedang menangis dengan tangan berdarah. 

Kejadian ini pernah bahkan sering sekali dialami oleh anak-anak kita, walaupun mungkin menurut kita aman.  
Pastikan kondisi aman di dalam rumah ketika ada anak-anak kita, walaupun tidak semuanya namun kita bisa meminimalkan kejadian-kejadian. 
1. Jangan pernah meremehkan anak. mungkin kita anggap anak kita belum mampu karena masih kecil. namun ada baiknya kita melihat dan mengobservasi kemampuan anak ketika anak dalam tahap bermain. apakah anak sudah dapat melakukan gerakan seperti membuka selot pintu, atau memegang benda-benda berbahaya walaupun itu hanya pisau mainan kita coba melihat cara anak memegangnya. 

2. Dampingi 
Jangan pernah meninggalkan anak kita sendirian tanpa pengawasan orang dewasa. Benda apa saja yang ada disekitarnya bisa menjadi bahaya jika anak mulai bereksplor dan bereksperimen. Misalnya kancing baju pada boneka, tiba2 terlepas dan posisi ada di mulut anak kita. 

3. Jangan lengah. 
Tetap pantau anak selalu ditengah kesibukan kita. saat menerima tamu, saat bekerja di rumah, saat aktifitas di kamar mandi, dll. 

4. Menyaring atau mensortir 
Memilih barang-barang yang aman digunakan si kecil atau lokasi yang tidak berbahaya untuk bermain bisa menjadi salah satu langkah penting untuk meminimalkan kecelakaan pada anak saat bermain. Perhatikan batasan minimal usia anak. 

Menurut sumber Parents Guide (Mariann Manno, M>D, Director of Pediatric Emergency Medicine di University of Massachusetts Memorial Health Care, Worcester ada dua ruang dalam rumah yang dilarang masuk tanpa pendampingan ketika anak berusia balita : 

1. Dapur 
Beberapa peralatan berbahaya ada di dapur seperti : Pisau, parutan, gunting, kompor menyala, panci mendidih, bahan kimia pembersih dan lainnya. 

2. Kamar mandi 
Licin, basah dan penuh air. jangan pernah membiarkan anak dalam kamar mandi sendirian, terlebih dengan bak mandi terisi air penuh. Resiko adalah terpeleset dan terbentur, serta dapat tenggelam dalam bak mandi. 

Untuk ruangan lainnya kita bisa minimalkan kondisi. seperti tidak meletakkan vas bunga di atas meja, atau di tempat yang bisa anak raih dan gulingkan. dll. 

Tumbuh kembang anak-anak ada di tangan orang tua yang tepat, ketika kita dapat memilah dan meminimalkan keadaan untuk keamanan anak-anak kita. 

#saveourgeneration

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dunia Di Balik Kaca

Sosialisasi

Autisme DSM 5